Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Surprise Yang Tidak Surprise

Surprise Yang Tidak Surprise

Dulu, saya pernah berdiskusi dengan rekan kerja tentang memberi sesuatu ke pasangan. Memberi sebuah benda tanpa sepengetahuan atau permintaan pasangan—katakanlah surprise—terdengar membahagiakan, bahkan romantis dan penuh perhatian.



Namun seperti biasa, saya menganggap diskusi akan lebih hangat dan bernilai kalau ada pro dan kontra. Dan benar saja, waktu itu saya punya pandangan berbeda yang mungkin dianggap "nggak banget" oleh sebagian besar orang.

Saya sadar, menyampaikan pandangan berbeda pasti berisiko menimbulkan stigma. Tapi buat saya, itu adalah harga yang wajar untuk sebuah kejujuran berpikir.

Lagi pula, pandangan saya ini bukan asal beda atau sekadar biar diskusi ramai. Saya punya dasar: data, pengalaman, dan logika yang bisa diuji—meski mungkin butuh waktu untuk membuktikannya.

Saya berargumen: Mungkin akan lebih baik kalau si penerima hadiah dilibatkan langsung.

Contohnya:

> "Kamu pengen apa? Yuk kita cari bareng. Pilih yang kamu banget, aku yang bayarin."

Mungkin kesan surprisenya jadi hilang, tapi pendekatan ini hampir tanpa risiko.

Risiko apa, sih?
Reaksi.

Nah, di sinilah letaknya.
Setiap orang punya preferensi berbeda, dan latar belakang juga memengaruhi pilihan. Reaksi seseorang saat menerima hadiah bisa mencerminkan seberapa sesuai hadiah itu dengan ekspektasinya.

Memang sih, secara umum orang akan senang diberi sesuatu. Tapi dalam konteks pasangan, yang seringkali basa-basi jadi jembatan menuju keterbukaan, reaksi itu bisa membuka ruang kritik yang sehat.

Misalnya, reaksi seperti ini:

> "Aah ya ampun, makasih banget oleh-olehnya, luv sekebon!"

Tapi kemudian:
"Mahal ya ini barangnya… padahal agak tipis juga… eh ini ada sobek dikit… dipake jalan juga kayaknya bakal geser-geser deh."

(Tentu komentar itu keluar setelah melihat price tag yang masih nempel.)

Akhirnya:

> "Duh, sebenernya ga usah juga nggak apa-apa… itu kan emang mahal."



Coba bayangkan kalau pakai cara saya tadi.

Karena pasangan yang memilih sendiri, baik atau buruknya sudah diketahui dan bisa diterima. Ga ada keluhan karena semua sesuai ekspektasi.

Memang, tidak ada efek kejutan…
Tapi risikonya minim.
Atau, bisa dibilang: resikonya sudah terdistribusi sejak awal.

Perpanjang SIM C Online: Niatnya Gabut, Ending-nya Dikejar Deadline

Perpanjang SIM C Online: Niatnya Gabut, Ending-nya Dikejar Deadline

[Perpanjang SIM C Online: Niatnya Gabut, Ending-nya Dikejar Deadline]



Hari itu, 4 Juni 2025. Cuaca mendung, jalanan lengang, dan hati tenang—setidaknya sebelum pikiran mulai ngajak diskusi.

Pulang kerja, entah kenapa, kok rasanya ada yang ngganjel. Kayak habis ngelupain sesuatu yang penting. Tapi apa? Bensin.. full, jas hujan nggak ketinggalan..

Lalu ting!

"SIM!"

Iya, Surat Izin Mengemudi. SIM C saya. Ingatan langsung nendang ke kenyataan bahwa bulan lalu, bulan Mei, adalah bulan kelahiran saya. Yang artinya... SIM saya expired dong?! 😨

Seketika panik. Motor langsung saya pinggirin, buka dompet, ambil SIM, dan... scan mata seperti detektif CSI. Di pojok kanan bawah: "Berlaku sampai: 04-07-2025"

Lho?

Bukannya Mei? Bukannya expired kemarin-kemarin?

Ternyata... oh iya! Saya baru ingat, dulu terakhir kali perpanjang SIM itu pas masa PPKM Covid. Satpas tutup, dan ada kebijakan perpanjangan massal. Jadi SIM yang mestinya expired di Mei, dapat jatah mundur sampai Juli. Alhamdulillah masih selamat sebulan lagi... πŸ™

Tenang... tenang... hidup ini tidak sesingkat isi bensin motor beat.


Gabut Berujung Serius

Sampai rumah, karena sudah kadung panik dan keringetan, saya iseng cari tahu soal perpanjangan SIM online. Katanya zaman sekarang lebih gampang, tinggal install aplikasi Korlantas POLRI, isi data, bayar, kirim, jadi.

Kata siapa gampang?

Download sih cepet. Tapi pas mau daftar? Selalu gagal.

Entah server-nya lagi puasa sore itu, atau jaringan saya yang mirip sinyal kehidupan mantan—kadang muncul, kadang ghosting.

Akhirnya saya tinggal dulu, ngadem sambil makan dan mandi. Malamnya, sekitar jam 9, iseng buka lagi. Eh... langsung bisa daftar! 😁



Mulailah saya nonton tutorial, baca-baca blog, nonton TikTok orang-orang yang katanya sukses perpanjang SIM sambil rebahan. Lalu karena belum ngantuk, saya coba lanjut prosesnya.


Tes Psikologi di Tengah Malam

Prosesnya lumayan juga. Harus isi form kesehatan dulu, lalu masuk ke tahap Tes Psikologi.

Biayanya 57.500. Murah sih. Tapi pertanyaannya... nggak murah.

"Anda sering merasa sedih tanpa sebab?"

"Anda ingin menyakiti seseorang?"

"Anda sering tidak bisa tidur karena memikirkan masa depan?"

Lah, saya kira mau perpanjang SIM, kok jadi nanya hal pribadi? wkwkwk... becanda,,,

Tapi saya jalani, satu per satu, sambil mikir: "Kalau gagal ini, masa iya saya harus terapi dulu baru boleh naik motor lagi?"

Sekitar jam 11 malam lebih, selesai sudah ujian psikologi penuh teka-teki itu. Lulus. Alhamdulillah. Lanjut bayar 110.501 untuk proses perpanjangan SIM.

Total biaya: 168.001. Total waktu: 1 jam 30 menit. Total emosi: campur aduk.

Semua selesai tepat pukul 23:30 WIB, saya tutup laptop sambil tepuk dada: "Gabut malam ini produktif juga, ya."


Plot Twist Seperti Film Korea

Besoknya, saya cerita panjang lebar ke istri.

Saya ceritakan perjuangan melewati tes psikologi yang kayak uji mental jadi orang sabar, dan betapa praktisnya perpanjangan SIM online. Istri mengangguk penuh simpati... atau mungkin setengah ngantuk, saya nggak yakin.

Tiga hari berlalu. Tanggal 7 Juli 2025.

Sore itu, selepas magrib, entah kenapa ada perasaan ganjil. Lagi-lagi, insting muncul. Saya buka kembali aplikasi Korlantas, cek status pengajuan SIM. Masih "diproses."

Lalu saya cek kalender.

Deg.

Sekarang bulan JULI.

Bukan Juni.

JULI!

Tanggal saat itu: 7 Juli 2025.

Berarti... SIM saya expired 4 Juli 2025.

Dan kapan saya daftar perpanjangan?

4 Juli 2025.

Jam 23:30.

WAKTU 30 MENIT SEBELUM EXPIRED!!! 😱

Saya kira waktu itu masih sebulan lagi. Ternyata... itu adalah hari terakhir.

Yang niat awalnya iseng isi waktu gabut, ternyata adalah aksi penyelamatan SIM terakhir di menit-menit injury time! 😭

Kalau malam itu saya malas, mungkin sekarang saya lagi antre bikin SIM baru sambil menghafal rambu-rambu.


Akhirnya...

Proses verifikasi memakan waktu dua minggu. Setiap hari saya cek status SIM kayak lagi nunggu chat balasan dari orang penting.

Tegang, was-was, dan sempat mikir: "Kalau gagal, saya harus ngulang dari nol?"

Tapi alhamdulillah... pada 21 Juli 2025, SIM saya resmi jadi dan dikirim ke rumah.

Namun... ada satu hal.

Tanggal expired SIM baru saya bukan 4 Juli, tapi... 16 Juli 2030.

Ternyata, karena proses cetaknya tanggal 16 Juli, ya sistem nulis expired-nya ikut tanggal itu. Nggak lagi ngikut tanggal awal SIM lama.

Jadi bisa dibilang... SIM ini lahir kembali dari batas waktu yang hampir dilupakan.





Kesimpulan: Jangan Meremehkan Kalender!

Dari kisah ini, saya belajar tiga hal penting:

  1. Jangan panik duluan. Bisa jadi SIM belum expired, hanya kita yang lupa timeline sejarah hidup.
  2. Tes psikologi itu penting... dan bikin mikir, "Apakah saya terlalu serius menjalani hidup ini?"
  3. Dan yang paling utama: Jangan sok yakin bulan ini masih Juni, padahal udah Juli.

Karena bisa saja, niat gabut jam 11 malam itu... adalah satu-satunya alasan kamu nggak perlu ulang bikin SIM dari nol. πŸ˜…


Semoga pengalaman ini bisa jadi pengingat buat kamu semua. Jangan lupa cek masa berlaku SIM, jangan percaya sama pikiran sendiri soal tanggal, dan kalau gabut... mending rebahan aja. Aman. Damai. Nggak bikin deg-degan.

Kalau kamu suka artikel ini, silakan share. Dan kalau kamu pernah punya pengalaman kocak soal SIM atau urusan birokrasi lainnya, yuk cerita juga. Biar kita bisa... tertawa bersama dalam duka administratif. πŸ˜„πŸ›΅πŸ“…

Cerita Belajar Rutin Lari - Ikutan Race 5K Untuk Pertama Kali

Cerita Belajar Rutin Lari - Ikutan Race 5K Untuk Pertama Kali

Dari sekian banyak cerita di blog ini, mungkin ini adalah cerita pertama tentang olahraga.. yak.. ajaib, karena memang saya sendiri termasuk kedalam golongan orang-orang yang malas berolahraga dan lebih memilih melototin layar komputer sampai berjam-jam.. hehe..


Cerita kali ini mungkin agak sedikit terpicu karena "kok kayanya geregetan banget ya" setelah rutin lari terus nyoba ikutan event race untuk pertama kali, vibes-nya mungkin seperti setelah berminggu-minggu kerja, terus besoknya cair gajian. 🀣 atau mungkin seperti setelah angsuran bertahun-tahun, besok adalah angsuran terakhir,,, 😁 intinya seperti ada sesuatu yg selama ini belum terlampiaskan, terus akhirnya bisa meledak.. πŸ˜‚


Flashback, beberapa tahun yang lalu, salah satu rekan kerja dikantor sering banget ngajakin untuk ikutan lari mengelilingi pabrik setelah jam kerja, tentunya sebagai pria yang memahami bahwa berlari itu capek, saya menolak waktu itu, hingga beberapa kali "digoda" akhirnya dicoba dengan alakadarnya, tidak ganti celana training ataupun sepatu lari pada umumnya, malah saya pakai sepatu yang agak sedikit koboy waktu itu, karena cuma itu yang ada dikolong meja, kurang lebih penampakannya seperti ini :


src : gambar dari mbah google
Bukan merk kicker apalagi buatan prancis ya, saya lupa merk nya apa, yang pasti sepatu buatan lokal, kurang lebih mirip-mirip gini tp versi low budget 🀣


waktu itu setelah nyoba beberapa kali, hanya sanggup mengelilingi pabrik 2kali putaran, mungkin kurang lebih sekitar 2,6 km, itupun dengan sebagian besar jalan, setelah beberapa saat kegiatan lari ini akhirnya ditinggalkan karena kesibukan masing-masing ditempat kerja.


fyi : rekan kerja yang mengajak berolahraga tsb. sekarang sudah tiada, semoga jadi amal jariyah karena telah mengajarkan hal positif ke saya dan ke orang-orang sekitar.. aamiin



after time skip beberapa tahun...

Mungkin di sekitar 5 Bulan kemarin, hasil medical check up tahunan dibagikan ke seluruh karyawan tidak terkecuali saya dan.. jeng jeng jeng... lembaran hasil medical check up tahun ini mulai bertabur bintang ✨⭐✨⭐✨⭐✨ hahaha...




Bagi yang belum tahu, biasanya ada banyak point-point yang akan dicek pada proses medical check up, setiap point memiliki batas atas dan bawah yang perlu diperhatikan, dibanyak point, alhamdulillah berada ditengah-tengah, tapi dibeberapa point ternyata sudah melebihi batas atas dan patut diwaspadai. Agak was-was juga ya ternyata diusia meginjak awal kepala tiga ini, banyak tanda-tanda kejompoan mulai nampak dan mulai jadi negative thinking. haha..


Perlahan namun tidak pasti dan tidak konsisten, yang penting mencoba dulu ya kan,,, 🀣🀣yang pertama saya coba perbaiki adalah memperbaiki asupan makanan, karena ini yang mungkin bisa saya tekan dulu diawal-awal, mulai dari mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan karbohidrat, beberapa bulan dijalankan berat badan perlahan turun, dari yang semula 65kg, sekarang stabil diangka 60kg.



Berlanjut dengan langkah berikutnya adalah dengan berolahraga. Ada banyak pilihan dalam berolahraga sebenarnya, terlebih banyak olahraga yang sifatnya bisa dikombinasikan dengan permainan, sepeti futsal, bulu tangkis, volly dan lain sebagainya, tapi tentunya olahraga ini butuh partner untuk dapat melakukannya, tapi sepertiya belum bisa menggoyahkan kemalasan ini... hehehe.. 


Bak gayung bersambut, salah satu rekan kerja mengajak untuk mulai berolahraga, karena ybs. juga ada catatan khusus dihasil MCU tahunannya, waktu itu olahraga yang dipilih adalah lari, tentunya lari mengitari lingkungan pabrik sehabis jam kerja, karena ini yang paling memungkinkan dilakukan pada waktu itu.


Dihari pertama lari tentunya badan sangat tidak nyaman, selain pegal-pegal dan linu, rasanya semua sendi yang ada dibadan serasa mau lepas, padahal waktu itu lari hanya 1 putaran dengan banyak berjalan.. hahaha.. Mungkin masih masa pengenalan juga kali ya, tapi tentunya tidak mematahkan semangat untuk lari dihari berikutnya.


Minggu-minggu berikutnya badan sudah mulai bisa mengesuaikan dan mungkin agak sedikit merasa "kehilangan" jika jadwal yang seharusnya lari, tapi tidak bisa dilakukan karena terkendala cuaca atau pekerjaan. Jadwal lari yang sebisa mungkin dirutinkan adalah setiap hari selasa dan kamis atau akan sedikit digeser harinya jika ada keperluan tertentu.


Kegiatan lari tersebut coba terus dirutinkan walaupun sesekali terkendala, hingga suatu saat salah satu rekan kerja mengajak untuk mengikuti event race tidak jauh dari lokasi kerja yang diadakan oleh suatu perusahaan untuk memeriahkan acara ulang tahun perusahaannnya yang sudah menginjak usia 30Tahun, yaitu PT. Cikarang Listrindo Tbk. (kode emitennya POWR.. wkwkwk.. kali aja ada yang mau pantau di bursa efek πŸ˜‚ ).


Meningat event lari yang akan diikuti adalah kategori 5km, dibulan-bulan tersebut akhirnya berusaha untuk meningkatkan jarak lari, yang biasanya 2 kali putaran setara kurang lebih 2,6 km mencoba untuk ditingkatkan ke 4 kali putaran, hasilnya tentu saja.. engap.. haha..



Dengan semangat melakukan pendaftaran ditengah target peningkatan frekuensi putaran dalam berlari, akhirnya ditanggal 20 November 2023, perlengkapan seperti kaos dan nomor dada diterima oleh saya dan beberapa rekan-rekan. 

Target saya untuk event race ini hanya ada 2 : 
  1.  Start dalam keadaan Sehat
  2.  Finish juga dalam keadaan sehat πŸ˜‚ mau seberapa lamapun.. hehe..
karena dari hasil tracking lari sebelumnya, waktu terbaik saya hanya berada disekitar 43 - 45 menit, dengan nafas yang super berantakan.. 🀣 


Hari H tiba

dengan semangat setelah subuh'an, bersiap berangkat menuju lokasi centrak park meikarta dengan mengenakan T-Shirt berlogo endorse perusahaan penyelenggara. Sesampainya dilokasi, masuk area parkir motor dan menuju venue acara.


Sebelum dimulai acara race lari, sebagai pemanasan, ada acara semacam senam/zumba dahulu namun saya tidak banyak mengikuti gerakan karena keburu kebelet ke toilet, karena cuaca saat itu lumayan dingin setelah semalam diguyur hujan, jadi saya hanya menyempatkan diri untuk pemanasan dan peregangan sederhana seperti yang biasa saya lakukan rutin.


Pemanasan dan peregangan selesai, peserta race diarahkan menuju titik start, saya perkirakan lebih dari 500 orang yang mengikuti acara kali ini. Di gapura start, sebelum dimulai, ada beberapa informasi terkait dengan rute dan check point, termasuk lokasi petugas medis yang disediakan jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

sesaat sebelum event dimulai. Dengan khas event race dibuka, sebuah party popper meletus tanda bahwa event dimulai

Sebelum event dimulai, sudah berjanji dalam diri jangan sampai terpengaruh untuk segera sampai finish, karena jika hal tersebut terjadi sudah pasti akan meningkatkan kecepatan dalam berlari yang pada akhirnya nafas akan berantakan dan kunang-kunang 🀣🀣🀣

Event dimulai, dan mulai mengatur nafas dilangkah awal, ternyata ini bukan perkara mudah, karena kondisi race itu sangat berbeda dengan lari biasa dipabrik, beberapa hal yang mungkin saya bisa gambarkan seperti berikut :

  • Kondisi setelah start : karena berdesakan, ini cukup lumayan mengganggu untuk saya yang masih sangat awam dalam race, karena kehilangan kontrol penuh terhadap badan yang disebabkan oleh gesekan/sedikit benturan dengan peserta lain dan harus mengurangi kecepatan normal.
  • Kondisi setelah berdesakan : setelah jarak antar peserta agak sedikit merenggang, saya mulai berusaha menata nafas, karena saya yakin sekali ini kunci saya untuk sampai finish dalam keadaan sehat 🀣, namun ritme saya dalam berlari pasti tidaklah sama dengan peserta lain, berusaha untuk tidak terintimidasi oleh peserta lain yang lebih cepat, tapi ternyata saya malah jadi penghalang bagi mereka yang dibelakang saya. Ya ampyun.. mereka menyalip saya dengan santainya.. πŸ˜‚πŸ˜‚ dan membuat saya tidak enak hati jika harus menghalangi mereka dan saya merasa sangat terlihat jompo dengan kecepatan lari tersebut 🀣🀣, akhirnya saya dengan terpaksa menambah kecepatan supaya ada jarak dengan yang dibelakang.
  • Kondisi setelah menaikkan kecepatan : daaan, sudah kuduga setelah menaikkan kecepatan, alhasil nafas mulai memburu.. 🀣🀣🀣 tanda bahwa fisik mulai hah heh hoh,,, Walhasil, kurang lebih belum sampai 1,5 km, untuk menghindari bintang dilangit alias kunang-kunang, mulailah menurunkan kecepatan untuk sedikit berjalan cepat.. hahaha... πŸ˜‚πŸ˜‚
  • Kondisi setelah jalan cepat : mulai mengatur nafas kembali supaya bisa memulai lari, hingga akhirnya beremu titik pengambilan air minum, tanpa bak bik buk.. minum sejenak, lanjut memulai lari dengan tekad yang sama.. ATUR NAFAS BROOOO... 🀣🀣🀣
  • Kondisi setelah atur nafas stabil : titik paramedis terlewat, alhamdulillah saya bukan termasuk peserta yang perlu tabung oksigen 😁 namun memang dengan kondisi pengaturan nafas yang baikpun, saya tetap harus beberapa kali menurunkan kecepatan untuk berjalan cepat, engap brooh.. πŸ˜–πŸ˜–
  • Pola : pola pada saat latihan rutin saya terapkan, lari - jalan cepat - lari - jalan cepat, hingga beberapa kali dan akhirnya 2 putaran sudah terlewati dan menuju titik finish.

Kurang lebih kalau divisualisasikan seperti berikut :


gambar hasil dokumentasi pribadi, dari aplikasi tracker

Untuk start dan finish berada di point merah nomor 1. Setelah start mengikuti track yang ada, kita akan menemukan point nomor 2, yaitu tempat minum yang disediakan dalam botol kecil ukuran sekitar 400ml, pada titik berikutnya yaitu nomor 3 ada paramedis (lokasi estimasi, saya agak lupa lokasi pasnya).

Lanjut titik berikutnya adalah check point nomor 4, terdapat operator yang merekam aktifitas lari kita menggunakan sejenis polisi tidur yang terkoneksi dengan perangkat sebesar koper dan chip yang terpasang pada nomor dada, tidak jauh titik tersebut juga, yaitu nomor 5, ada titik ambil air minum kembali.

Dari titik pengambilan air minum nomor 5, disini ada beberapa petugas yang akan memberikan sejenis pita yang perlu dikalungkan sebagai penanda bahwa kita baru saja melewati titik 1 putaran dari jumlah 2 putaran yang ada.

Lanjut melakukan putaran berikutnya, hingga kita menemukan titik lokasi pengambilan air minum nomor 5 kembali, kita akan diarahkan ke track lokasi finish sebagai penanda bahwa race sudah diselesaikan.

Akhirnya

Finish terselesaikan, seketika ingat adegan animasi ipin upin ketika ipin upin tidak percaya bahwa ikhsan juga bisa mendapatkan medali padahal finish terakhir 🀣🀣






untung sudah menonton lengkap episode ipin upin : "medal larian", jadi saya tidak perlu malu untuk mengambil medali setelah finish.. hahaha, karena memang event race 5K yang saya ikuti juga demikian, semua peserta akan mendapatkan medali, yang penting finish 😁😁


hasil tracking via aplikasi di handphone


finish dalam waktu 46menit 18 detik (fyi : dari hasil tracker, total jarak tempuh ternyata 5.6km.. haha, wajar ya lebih dari 45 menit πŸ˜‚πŸ˜‚)

saya bersama rekan-rekan, diantara ber 7.. saya finish yang paling terakhir,,,
jadi inget adegan ipin upin lagi.. yang ternyata setelah ikhsan finish terkahir, adalagi yang lebih terakhir... yaitu jarjit.. 🀣🀣🀣🀣






mudah-mudahan bisa ikut event race terdekat berikutnya, bukan karena medalinya, tapi karena kenangan yang dibawa oleh medalinya 😍😍😍

Cerita Beli Komputer Rakitan Yang Sesuai Kebutuhan

Cerita Beli Komputer Rakitan Yang Sesuai Kebutuhan

Masih berlanjut cerita dari pengalaman sebelumnya mengenai dunia per listrikan, dan kali ini mau berbagi pengalaman terkait dengan kecintaan saya sekaligus sambil mengisi waktu senderan malem-malem.



Sebagai prolog cerita kali ini, sedikit mengingat alasan kenapa saya membeli komputer desktop ini adalah karena ini adalah salah satu dari sekian banyak keinginan saya yang sengaja tidak segera direalisasikan karena belum menjadi sebuah kebutuhan.


Baik dikonten sharing video, gambar, teks seperti di blog ini, hampir diatas 90% semua berbau teknologi komputer, khususnya dalam hal software. Hal tersebut sejalan dengan latar belakang saya yang ketika diawal masuk kuliah merasa salah jurusan, tapi ternyata setelah didalami, saya sangat berkeyakinan suatu saat saya akan berpenghasilan dari sesuatu yang bersinggungan langsung dengan komputer.


Komputer pertama saya berbentuk laptop, bermerk Asus seri K42F dengan ram 1gb, hdd 320gb, CD ROM, intel core i3 gen-nya saya lupa berapa, mungkin sekitar 2 atau 3. Laptop ini dibeli ditahun 2010 diharga sekita 4.8 juta rupiah, sebagai persiapan saya masuk kuliah waktu itu yang bertepatan juga dengan kontrak tahun kedua disebuah perusahaan otomotif di kota karawang, kawasan industri kiic.


Yang artinya, laptop ini sudah menemani saya selama kurang lebih 14 tahun dalam dunia per-ngodingan duniawi dan usaha kecil-kecilan saya. Kerusakan kecil hanya terjadi ketika awal-awal pembelian, karena harddisk badsector dan mengharuskan saya ke mangga dua, turun di statsiun kampung bandan untuk melakukan penggantian part diservice center langsung karena masih masa garansi, selebihnya laptop sangat jawara sekali.


Jujur, dengan segala keterbatasan yang ada, laptop ini tetap menjadi pilihan idaman, karena saya tidak punya perangkat lain untuk tetap bisa menjalankan hobby sekaligus usaha, hingga dibeberapa bulan terakhir, laptop ini sering crash & berujung mati setiap kali saya ada kebutuhan mendesak.


bongkar+bersih-bersih dan ganti thermal paste setelah sering crash dan mati


Saya sangat maklum sekali dengan keadaan laptop saya mengingat usianya yang sudah senja, namun masih tetap berjuang. Beberapa hal dan alasan pribadi, kenapa akhirnya memutuskan beli komputer adalah :

  • Crash dan mati ketika sedang dioperasikan
    ini mah aslinya membuat emosi, tapi rasa maklum saya cukup besar terhadap laptop ini 😢😢
  • Panas berlebih, biasanya akan berakhir hang
    ditahun-tahun sebelum pandemi, saya cukup lumayan sering membuat tutorial video melalui channel youtube saya (youtube/didenkuswendi), walaupun seadanya karena keterbatasan saat proses editing dan render, alhamdulillah banyak subscriber tertarik dengan isinya, walaupun kadang ada yang memaki.. haha.. apa yang kalian harapkan dari content creator yang menggunakan laptop tua dari seorang introvert yang tidak mengerti dunia multimedia? 🀣🀣
  • klik kanan bawaan touchpad & keyboard fisik sebagian tidak beroperasi
    ini tidak bermasalah karena dibantu keyboard & mouse external walaupun meja jadi penuh dengan fisik mereka.
  • Saya "anak komputer", tapi ga punya komputer
    laptop pan komputer juga pak? eits, bagi saya laptop dan komputer desktop mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda. Rasanya tidak lengkap jika tidak punya keduanya. 
    jadi kalau suatu saat, laptop sudah full tidak bisa digunakan, mungkin saya akan kepikiran beli laptop lagi kalau kondisi pekerjaannya menuntut saya mobile.
  • Laptop existing sudah tua & sudah balik modal 
    14tahun untuk usia produk teknologi, jelas ini sudah jompo sekali, tapii saya berani jamin bahwa laptop saya yang tua ini masih update system terbaru, karena sering upgrade OS beserta aplikasinya. semua OS windows pernah dijalani, beberapa OS linux pun sudah, bahkan OS yang sekarang digunakanpun sudah windows 11 versi terbaru, tentunya dibantu upgrade dr sisi ram yang sudah maksimal di 8Giga, dan SSD untuk systemnya, selain itu jika dihitung aktual uang yang dihasilkan dari laptop ini, sudah cukup menutup dan bahkan lebih dari harga beli laptop ini.

kondisi terahir ketika mengerjakan project dari salah satu perusahaan
kondisi terahir ketika mengerjakan project dari salah satu perusahaan
pakai pendingin dari dinamo bekas printer diatas botol soffel, hasilnya tetep crash & mati 🀣🀣


Riset hingga berbulan-bulan untuk dapat memutuskan beli atau tidak :

  • Bolak-balik bertanya kepada rekan kerja yang memang mengerti sekali tentang hardware komputer, agar mengetahui tentang perkembangan hardware komputer saat ini
  • Bertanya ke rekan kerja yang awam tentang dunia komputer agar bisa melihat sudut pandang pengguna dan apa yang kurang dari komputer yang mereka gunakan (user experience)
  • Keluar masuk e-commerce membandingkan harga antar jenis komputer, baik built-up dan rakitan
  • Bertanya ke diri sendiri, terkait dengan kebutuhan dasar dan ekpektasi kebutuhan kedepannya, minimal mungkin hingga 10tahun kedepan agar nilai yang dikeluarkan bisa disesuaikan.
  • Bertanya secara tidak langsung ke lingkungan keluarga, salah satunya terkait dengan ruangan (tersedia,aman,nyaman) dan listrik yang pasti perlu extra budget karena komputer salah perangkat elektronika yang sensitif terhadap tegangan listrik. btw.. saya punya pengalaman terkait listrik.. gaass artikelnya disini.

Dengan pertimbangan banyak hal, waktu itu sempat ingin beli komputer built-up pabrikan second yang harganya tidak terlalu mahal dan dari spec cukup untuk kebutuhan saya, namun keputusan tersebut saya urungkan setelah membaca review dari beberapa blog dan bertanya langsung ke rekan-rekan it.


kondisi komputer built-up rata-rata RAM nya sudah cukup memenuhi kebutuhan namun untuk VGA masih perlu ditambah mengingat saya ada kebutuhan render video dan sesekali render hasil dari software 3d design.


Yang unik dan membuat saya mengurungkan diri dalam membeli komputer built-up adalah terdapat slot VGA namun tidak semua jenis komputer built-up slot VGA nya tersebut bisa digunakan untuk menambah VGA, hanya jenis-jenis komputer built-up tertentu saja yang bisa.


katanya sih dari pabrikan motherboard memang default ada slot VGA tambahan, namun fungsinya dimatikan/tidak difungsikan ketika motherboard tersebut dijadikan sebuah komputer utuh oleh sebuah brand.


Sehingga saya tidak bisa memastikan apakah kalau saya membeli komputer second built-up slot VGA nya bisa digunakan atau tidak, karena saya tidak mengetahui brand dan jenis apa yang slot VGA nya bisa digunakan.


Kan bisa bertanya ke seller-nya bang?

saya sangat mengerti sekali tugas penjual adalah menjual barangnya sebanyak mungkin, dengan sebagian besar akan selalu mengiyakan kebutuhan saya tanpa mengetahui spec sebenarnya dari produk yang dijual, hanya sebagian kecil penjual yang mau menolak dan mengalihkan ke produk lain jika spec yang saya butuhkan tidak tersedia.

Jadi daripada waktu saya dihabiskan untuk mencari seller yang sesuai, lebih baik saya berfokus pada produk apa yang sesuai dengan kebutuhan saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih komputer rakitan, dengan beberapa keunggulan yang menurut saya ini sesuai kebutuhan saya :

1. Processor : dari awal niatan beli komputer desktop, hal ini adalah salah satu fokus karena pilihan processor akan ikut menentukan RAM, VGA, Motherboard. Diawal sempat mencari cari dari jenis intel, namun dari berbagai review banyak yang mengunggulkan processor AMD jika kebutuhannya terkait dengan grafis, dengan harga yang sama dengan intel tapi dengan kemampuan diatasnya, akhirnya saya pilih Processor AMD Ryzen 5 5600G 6 Core, 3.9GHz, atau jika disetarakan dengan intel kurang lebih Core i5 gen 10 : sumber ==> https://versus.com/id/amd-ryzen-5-5600g-vs-intel-core-i5-10400


2. VGA : masih berkaitan dengan processor, processor yang saya salah pilih juga sudah terdapat (tertanam) VGA IGPU Radeon series dan bahkan up to 2GB jika dirasa kurang, namun setelah beberapa kali coba untuk render video high res, dan render design gambar dengan resolusi segambreng, rasanya saya belum butuh VGA external 😍 , ini aja udah cukup mumpuni untuk kebutuhan saya, sehingga sudah sesuai sekali dengan kebutuhan saya.

3. RAM : masih bersinggungan dengan jenis processor, untuk jenis tersebut support DDR4, ya walaupun bukan jenis terbaru, tapi menurut saya agak sedikit overspec kalau saya yang menggunakan diatasnya, dengan 2 slot RAM, langsung saja tancep dengan 2 RAM dengan masing-masing kapasitas 8Gb, jadi total 16Gb untuk RAM nya.

4. Motherboard : tentunya part-part diatas akan berjalan diatas papan sirkuit, yang harus support semua ya, dari asus A320M salah satu pilihannya

5. SSD + HDD : karena bepengalaman dengan laptop sebelumnya yang menggunakan SSD untuk systemnya sudah cukup kencang, walaupun sudah ada teknologi NVME namun harganya masih wow,.. hehe.. yo wis, SSD sudah lebih dari cukup dengan kapasitas 240Gb, sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan file film-film kesayangan One Piece, sepertinya cukup disimpan di HDD dengan kapasitas 500Gb

6. Monitor : yang pasti saya butuh layar yang gede, supaya ga ngantuk kalau ngoding atau ga deketin kepala ke layar kalo lagi geser-geser timeline layer editor video, nonton mbak-mbak drakor yang cantik ga perlu nyipitin mata 🀣. Ideal untuk saya mungkin sekitar 24 Inchi.

selebihnya part tambahan seperti : 
  • casing gaming +fan 
  • power supply yang punya range 300-500watt
  • wifi receiver, bluetooh receiver/transmitter karena yang saya tahu tidak include dalam part apapun
  • mouse + pad,  keyboard RGB supaya ala-ala gamers, padahal maennya masih suka othello atau snake 🀣

Tapi

ternyata yang saya butuhkan semuanya memang bisa disupport dengan cara dirakit. Yang jadi permasalahan adalah saya belum punya pengalaman dalam hal merakit komputer, walapun sering bongkar pasang part-part laptop, tapi pasti berbeda sekali karena yang dibongkar pasang adalah laptop yang menuju akhir hayat atau siap mati (walau aktualnya sampai artikel ini dibuat, laptonya hidup "lagi" dengan "normal" πŸ˜… ), sehingga tidak ada tekanan berlebih kalau saya gagal dalam bongkar pasang.


Terlebih saya ada keraguan jika membeli part-part terpisah, selain bisa jadi harganya lebih mahal karena ongkos kirim atau biaya yang saya keluarkan kalau bolak balik beda toko, bisa jadi antar part tidak kompatibel juga.


Sempat merenung dan cari-cari referensi dari beberapa e-commerce, akhirnya diputuskanlah membeli komputer rakitan by request online, hingga dapat salah satu seller dan deal dengan harga Rp. 5.265.000, secara pribadi harganya diatas ekspektasi base on part diatas namun dengan pertimbangan bahwa ada biaya layanan, rakit professional dengan cable management, testing part, instalasi OS+games, garansi rakitan, dll. akhirnya deal dengan 1 set full pc rakitan dengan part-part baru sesuai spec yang saya inginkan + Monitor second (terkait budget.. hehehe) dari dell 24 Inchi IPS


.
PoV bapaknya : belum apa-apa udah dikudeta sama bocil nih πŸ˜‚


Apa yang kurang ya?

Speaker : ini tidak krusial tapi gimana ya, saya lupa memasukkan speaker sebagai salah satu part yang perlu ada,, haha.. karena saya terbiasa dengan pembelian laptop yang sudah include termasuk speaker.

Bluetooth : diatas sudah disenggol, tapi saya lupa sampaikan ke seller, bluetooth ini tidak terlalu krusial sebenarnya namun beberapa kali terkait perpindahan data dengan mobile phone, sangat rumit kalau pakai kabel.

Mic : niatnya mau buat video dengan dubbing langsung dari suara saya yang sangat sexy ini 🀣 , tapi ternyata memerlukan part tambahan.


Pengalaman Pasang Stabilizer Toyosaki 5000 VA Untuk Rumah

Pengalaman Pasang Stabilizer Toyosaki 5000 VA Untuk Rumah

Dibulan 10 tahun 2023 ini, jadi bulan dengan pengeluaran yang paling wow, salah satu penyebabnya adalah karena pompa air. Sebenernya ini adalah masalah klasik yang sudah terjadi bertahun-tahun, karena akar masalahnya bukan pada pompa air atau sumber airnya, tapi pada listriknya. 😢


Kalau teman-teman perhatikan, setiap alat elektronika pasti akan selalu mencantumkan tegangan yang dibutuhkan untuk bisa alat elektronika tersebut berjalan dengan normal, tepatnya untuk standar di indonesia sendiri berada disekitaran 220 Volt.


Namun, apa jadinya jika tegangan yang dialirkan ke rumah rekan-rekan dibawah 220 volt?
jika rekan-rekan perhatikan, seperti lampu misalnya, pasti akan meredup atau bahkan spaneng. atau jika alat elektronika tersebut terdapat motor untuk dapat beroperasi seperti kulkas atau AC, pasti kulkas/AC tersebut akan kesulitan untuk dingin.

Pun begitu dengan pompa air yang sempat saya singgung diawal. Sebagai informasi, saya menggunakan pompa jetpump 500watt untuk kebutuhan air sehari-sehari. Diawal awal saya sendiri belum sadar apa yang menyebabkan air dari pompa ini cukup kecil, hingga akhirnya saya coba cek tegangan listrik menggunakan multitester, hasilnya sangat luar biasa jeleknya.


Bayangkan jika standar elektronika mematok standar 220 volt, namun listrik dirumah naik turun dan sangat jarang sekali menyentuh angka 220 volt. Jika saya rata-ratakan mungkin tegangan ada disekitar 180 Volt saja, bahkan ketika malam, sering sekali menyentuh 170an dan tidak jarang hingga 160 volt, apesnya pernah 140 yang pasti ini akan merusak alat-alat elektronika jika dipaksakan.


Berangkat dari sini, beberapa tahun lalu akhirnya saya memutuskan membeli sebuah stabilizer dengan system relay dengan harga sekitar 800ribuan (saya lupa angka pastinya) dengan kapasitas 2000 VA dari prolink dengan bermodalkan ilmu kelistrikan yang sangat minim.


Namun tidak lama (saya lupa mungkin dibawah 1.5th), papan sirkuit terbakar karena tidak sanggup menghadapi jetpump featuring listrik yang ada. sempat cari-cari sparepart papan sirkuit, namun tidak ada yang jual, hingga akhirnya saya menelepon perusahaan penyedianya dan disepakati untuk membeli part yang saya inginkan seharga 300ribu rupiah, tidak lebih dari 6bulan, akhirnya terbakar lagi hingga akhirnya saya menyerah karena kalau harus beli part yang sama untuk yang kedua kalinya, sudah hampir setara 1 unit baru. 😏


Berbulan-bulan saya menghadapi listrik jelek ini dengan menggunakan LED voltmeter dengan cara memantau tegangan listrik, minimal listrik 200 Volt, baru saya berani menghidupkan pompa air hingga butuh berjam-jam untuk mengisi 500liter air dengan konsumsi listrik yang super boros.




Hingga akhirnya bertemulah titik dimana listrik beberapa hari sulit sekali mencapai 200, bahkan jika saya perhatikan berada diangka 170an volt saja, alhasil saya coba paksakan ketika listrik sesekali mencapai 190 volt, dengan kondisi ketika pompa start, tegangan langsung anjlok ke angka 170an. Air yang dihasilkan hanya sebesar buntut tikus, karena kepepet saya paksakan hingga air tidak keluar lagi karena putaran pompa semakin lemah. πŸ₯΄



Stok air di torrent sangat sedikit, hanya cukup untuk wudhu dan aktifitas toilet. dan walhasil saya tidak mandi 2 hari. 1 hari saya ambil cuti karena saya tidak mungkin berangkat kerja dalam keadaan tidak mandi, dan 1 hari lagi saya ngoprek dan nunggu listrik bagus untuk menghidupkan pompa.

Menyerahlah saya kalau harus melototin πŸ‘️πŸ‘️ LED voltmeter berhari-hari demi bertemu listrik yang layak untuk menghidupkan pompa, ditengah kebingungan saya coba untuk browsing-browsing apa yang salah dengan stabilizer sebelumnya hingga 2kali terbakar.

Dibeberapa artikel yang saya baca, ternyata ada hal kritis yang saya lewatkan yaitu penggunaan baiknya jangan lebih dari 60% kapasitas stabilizer, karena selain kapasitas yang tertulis bisa jadi lebih rendah, ada faktor lain dari perangkat elektronikanya, misal : jika bearing pada pompa air sudah tidak cukup baik, ini biasanya sedikit banyaknya akan menghambat putaran yang tentunya akan berpengaruh terhadap konsumsi listrik.

Akhirya dengan hitung-hitungan sederhana dan pertimbangan kinerja stabilizer akan cukup berat, dipilihlah stabilizer dengan kapasitas 5000 VA dengan system servo (dinamo) karena mengingat system relay yang membuat saya kapok.

Dari berbagai artikel review, saya terpikat dengan merk Toyosaki yang mengunggulkan dinamo servo dan gulungan tembaga/spull yang kuat dan tahan panas, walaupun indikator ampere dan  output tegangan masih menggunakan system analog alias jarum, tapi ini tidak menjadikan halangan untuk saya pilih.

Akhirya beli online dengan harga sekitar 2,3juta, 2 hari kemudian paket segeda gaban sampai rumah, dengan berat yang saya sendiri tidak kuat angkat dalam waktu 10 detik. Sempat timbang stabilizer  untuk kebutuhan membeli siku nantinya, yaitu sekitar 21 kg.

Iseng membuka bagian cover stabilizer untuk memvalidasi spull yang katanya kuat, ketika dilihat ternyata memang cukup meyakinkan, saya  belum melihat spull setebal itu, stabilizer sebelumnya jauh sekali bedanya, bahkan jetpump juga kalah ukuran kawat tembaganya, sayangnya saya lupa foto, hanya ada foto ketika saya test tegangan output dari stabilizer sebelum fix dipasang



Ditengah kesibukan kerja, coba cari cari referensi skema pemasangan stabilizer, akhirnya dipilihlah pemasangan sebelum MCB. yaitu :

Meteran listrik ==> Stabilizer ==> MCB ==> Beban (elektronika)

 

karena sesuai kebutuhan, yaitu mengcover seisi rumah & juga karena saya ada niatan untuk membeli PC juga (fyi : saya membuat artikel ini menggunakan PC baru dengan kondisi listrik super stabil.. hahaha 🀣🀣).

seperti rumah pada umumnya, MCB rata-rata ada diatas, dan kabel antara meteran ke MCB pasti tidak panjang, maka stabilizer berarti harus dekat MCB agar tidak terlalu banyak sambungan, PR berikutnya adalah membeli siku yang sanggup menahan beban 21 kg, tentu kalau hanya siku yang dijual matrial, pasti tidak kuat, akhirnya pakai siku yang biasa dipakai blower AC dengan paket baut tanam.



Hari libur tiba, akhirnya saya eksekusi pemasangan dengan pengalaman teknik yang sangat minim. Ukur-ukur dan angkat stabilizer dengan gagah berani πŸ’ͺπŸ’ͺ sambil setelahnya berasa mau pingsan πŸ’€dan akhirnya terpasanglah stabilizer yang cantik ini.



Sebagai perangkat tambahan, saya pasang kembali LED voltmeter sebelumnya agar tidak mubazir dan memang saya butuh juga, karena jarum stabilizernya cukup lumayan kecil untuk saya yang matanya sudah minus πŸ€“. Angka yang tertera pada LED voltmeter adalah 220 volt, ada bagian digital yang tidak nampak karena memang termakan usia.

setelah rumah dialiri listrik sesuai spesifikasi elektronika, sangat berbeda sekali rasanya. misal : 

  • lampu menjadi lebih terang πŸ’‘
  • kipas angin berputar dengan semangat 😍
  • kulkas sudah tidak bergidig karena tegangan turun dan lebih cepat dingin
  • dan yang pasti jetpump putarannya sangat halus dan kencang, yang efeknya debit air kembali ke seharusnya. πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️

Beberapa catatan yang mungkin saya bisa sampaikan :

  • ketika listrik anjlok turun dalam waktu tiba-tiba, stabilizer akan mengeluarkan suara berbeda dari biasanya, tidak keras tapi cukup terdengar, ini mungkin karena putaran servo yang berusaha menambal defisit tegangan
  • Pun dengan penggunaan listrik yang menyerap ampere besar, stabilizer akan berusahan menambal defisit tegangan yang tiba-tiba turun karenanya
  • Dalam keadaan listrik stabil (tidak naik turun) namun dibawah 220, stabilizer hampir tidak mengeluarkan sama sekali suara ketika menambal tegangan.
  • Jika suhu dalam stabilizer menyentuh angka tertentu, kipas pendingin akan hidup dan otomatis mati jika suhu telah turun, kalau tidak salah dimanual book, batasan suhu 50 derajat, cmiiw.
  • Koneksi listrik menggunakan MCB antara sumber listrik dengan alat elektronik yang memakan daya besar, agar terhindar konsleting, walapun dalam hal ini stabilizer/rumah sudah dilengkapi perlindungan MCB. contoh : untuk start/stop jetpump saya menggunakan MCB, agar ketika terjadi konsleting pada jetpump (krn sudah tua juga), tidak membuat MCB utama rumah turun yang mempengaruhi seisi rumah.
  • Tegangan terendah yang saya terima dari stabilizer adalah 210 Volt, dan biasanya ini terjadi karena listrik sedang turun jauh dan hampir mendekati limit range terendah (160 volt, cmiiw saya lupa.. hehe, bisa baca di spec product), dengan kondisi stabilizer mengeluarkan suara khas servo dan hanya dalam waktu tidak lama sampai input listrik menjauh dari limit terendah.

Untuk rekan-rekan yang ingin beli bisa melipir tokopedia melalui link berikut ya, tentunya link tersebut memang benar sudah saya riset, lakukan pembelian, pemasangan produk dirumah dan review asli di blog ini. (btw : link dibawah affiliate saya πŸ€“)

Aplikasi Iseng Yang Ternyata Dibutuhkan Orang Lain

Aplikasi Iseng Yang Ternyata Dibutuhkan Orang Lain

Diminggu ini saya bersemangat belajar kembali bahasa pemrograman yang sudah lama saya tinggalkan, karena memang 3 tahun belakang ini sedang asyik sekali dengan dunia javascript, khususnya nodejs sehingga sedikit melupakan bahasa-bahasa pemrograman lain yang sempat meramaikan malam-malam saya ketika gabut.

Semangat ini terpicu karena memang ada salah satu orang yang menurut saya, tidak muda lagi namun masih sangat semangat belajar bahasa pemrograman yang sudah saya tinggalkan ini, jadi bahasa pemrograman yang dimaksud adalah Visual Basic.

Dulu, lebih dari 10tahun yang lalu awal mula saya terjun kedunia visual basic adalah karena merasa bahwa ini adalah bahasa pemrogaraman yang cukup mudah dan masih tinggi demandnya dikalangan mahasiswa, tapi secara pribadi kala itu alasannya adalah diantara bahasa pemrograman yang pada waktu itu dipelajari :

  • Borland C++
    Jujur saya merasa salah masuk jurusan ketika diawal semester harus bertemu dengan bahasa pemrograman ini, selain karena tampilan seperti terminal command prompt yang hitam putih, tapi juga belum tau ini penerapannya akan kemana si hitam putih ini.
  • Borland Delphi
    Karena memang pada waktu belajar ini saya sebagai assisten laboratorium, jadi cukup lumayan kenyang menerima pertanyaan dari mahasiswa lain dan merasa kok kaya ada yang aneh ya dengan debuggernya delphi ini, terkadang menemukan bug yang saya sendiri bingung menghadapinya, namun ketika di restart & re-running bug tersebut hilang.. nah? kadang Sensitive case juga pada waktu itu cukup membuat rumit, karena code editornya pada waktu itu belum bisa mengkoreksi jika ada 1 sintaks yang salah dalam penulisannya.
  • Java NetBeans
    Waktu itu yang membuat sedikit malas adalah sebelum terjun ke GUI nya, diajarkan membuat GUI full sintaks, gila sih ini, buat tombol 1 aja bisa lama banget, walaupun hasilnya cukup custom karena dibuat secara manual. namun karena metode belajarnya yang kurang tepat untuk saya, yang butuh bahasa pemrograman yang endingnya kemana, bisa apa aja & praktik pada core nya, jadi saya kurang tertarik, padahal si java ini masiih tinggi sekali demandnya hingga saat ini dan bisa memenuhi kebutuhan pada waktu itu.
  • PHP
    bahasa pemrograman web sejuta umat ini ngebuat saya ilfill karena code editor pada waktu itu tidak secanggih visual code hari ini, jadi pada waktu diajarkan via code editor : PHP Coder, nah si PHP Coder ini mirip notepad dengan sedikit warna dan tanpa autotype. kebanyang dong, belajar web programing pakai ini, apalagi pasti sepaket dengan HTML, CSS, Javascript ketika ada 1 sintaks php kurang titik koma (;), selayar ga nampil semua dan harus bacain script dari atas kebawah buat nyari kutu.
  • Visual Basic 6
    ini adalah bahasa pemrograman yang membuat saya semangat ngoding, karena dari sini saya banyak membuat aplikasi untuk mahasiswa lain, alias jadi joki.. haha.. sebenernya bahasa pemrograman ini sudah cukup lumayan jadul waktu itu, tapi karena demandnya masih tinggi dan mudah untuk didevelop, yowis, sikat ae.. 

Bahkan setelah lulus masih sempat beberapa kali membuat aplikasi berbasis visual basic, hingga akhirnya merasa tidak nyaman melihat IDE nya yang kotak-kotak dibanding dengan system operasi windows 7 waktu itu dan mencoba migrasi ke versi .NET yang cukup lumayan enak dipandang.


sempat membuat aplikasi inventory menggunakan VB.NET ini, namun sepulang kerja sudah tidak bisa lagi ngoprek karena kepala sudah nyut-nyutan jadi ditinggal sepotong, peninggalannya ada di artikel ini :


dan juga sempat develop juga aplikasi yang bersinggungan dengan pengalaman kesulitan ditempat kerja, yaitu saya butuh system reminder terkait dengan karyawan kontrak, sempat dishare cara penggunaannya diakun youtube saya  : https://youtu.be/NradsRc2RPg dan dibuatkan dokumentasi diblog ini juga di artikel :



setelah dipost dan terindex dengan baik di youtube dan google, ternyata aplikasi reminder karyawan selesai kontrak itu banyak mendapat banyak peminat untuk dikembangkan dan komentar positive, namun sayangnya saat itu saya tidak banyak merespon karena keterbatasan koneksi internet dan waktu. jadi saya hanya memantau saja aplikasi saya dari google drive yang banyak permintaan request untuk download.


termasuk orang yang saya ceritakan diawal yang saya tidak banyak respon,hingga suatu hari, mungkin karena kesal DM di media sosial sering diabaikan, ybs coba mengirim pesan via contact form yang terkoneksi dengan whatsapp pribadi saya.


Dilihat profilenya, mungkin usianya lebih senior dari saya namun semangatnya ini yang membuat saya bergerak, karena ybs juga ternyata punya minat yang sama dengan vb.NET jadi mungkin ybs. pantau saya via akun channel youtube hingga blog dari artikel lama, dan memberanikan diri untuk mengirim pesan secara pribadi untuk membeli source code aplikasi reminder pkwt sebagai referensi ybs. belajar.


Ybs. juga sempat bercerita sempat membuat aplikasi sederhana perpustakaan dari buku tutorial yang baru saja dibelinya dan mencoba menguhubungi beberapa programmer walaupun sempat diabaikan dan akhirnya menemukan saya walaupun diawal abai, akhirnya saya respon juga


Semangatnya yang luar biasa, akhirnya membuat saya bergerak lagi menghidupkan artikel program aplikasi reminder pkwt dan mencoba update fitur-fitur yang ada di aplikasi tersebut.


Aplikasi sederhana yang berawal dari kesulitan saya, dan coba saya selesaikan dengan cara saya sendiri, ternyata cukup banyak dibutuhkan oleh orang lain.Tidak penting didevelop menggunakan bahasa pemrograman apa, yang penting bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Cerita Mengenaskan Jajan Di Cihampel*s, Band*ng

Cerita Mengenaskan Jajan Di Cihampel*s, Band*ng



Udah lama pengen cerita ini, tapi baru sempet sekarang, karena baru ketemu juga libur kerja selain itu karena kebetulan jam 3 pagi kebangun karena banyak nyamuk,, hehe,, eits, tapi itu judulnya kenapa pake bintang-bintang segala...? ceritanya sensor kali yak, walaupun sebagian orang udah tau apa yang dimaksud.. hehhehehe...





karena sekarang di dumay, lagi booming-boomingnya UU ITE, salah dikit atau nyinggung sesuatu bisa berabe, walaupun niatnya hanya berbagi informasi atau berbagi pengalaman kaya artikel ini.. tapi ah sudahlah, kan udah disensor juga nama tempatnya.. mohon koreksi yaa kalo artikel ini bisa dikenai pasal UU ITE... nanti langsung tak hapus.. hehehe...







Seminggu sudah, pengalaman mengenaskannya terjadi, tapi tetep ke inget sampe sekarang.. tepatnya tanggal 29 januari 2017, sore hari gerimis kecil di daerah cihampel*s, setelah sehari sebelumnya saya dengan rekan-rekan yang lain sempat wisata dan menginap dari cikole grafika, villa istana bunga dan dusun bambu,, sebagian rekan-rekan memutuskan untuk langsung pulang waktu itu karena mungkin sudah kecapean juga, tapi saya dan sebagian rekan-rekan memutuskan nyimpang dulu ke cihampel*s untuk beli sedikit oleh-oleh buat dirumah..





Tibalah di cihampel*s pas gerimis lebat dengan penuh perjuangan karena sempat muter-muter juga nyasar akibat aplikasi waze koneksinya lemot.. hehehe.. mobil terparkir langsung didepan sebuah mall dan tempat makan, menyebarlah semua rekan-rekan tak terkecuali saya sendiri. Dengan sigap muter-muter ke toko oleh-oleh nyari makanan..







saya sendiri kebetulan ditemani rekan kerja sekaligus yang bawa mobil.. Mas Agus (yang sekarang sudah dikukuhkan namanya jadi Om Bram, nanti saya coba bahas awal mula kenapa harus Om Bram diartikel lain.. hahaha). om bram bilang katanya pengen beli pisang apa gitu, lupa.. sekotak itu ada 10 pcs, kaya sejenis kue dalemnya pisang.. ada yang dicampur coklat, keju dll yang diproduksi oleh kartika sari (ini nama industri rumahannya kalo tak salah), kalau saya sendiri sih pengen beli keripik pisang Zanana, walaupun ga tau ini panganan khas bandung atau bukan.. hahaha,,,







Dengan susah payah akhirnya sudah dapat semua oleh-oleh yang dimaksud, tibalah mulut gatel pengen ngunyah,, tapi tak mau makan yang padet karena masih tak terlalu laper juga.. om bram dengan sigap mengusulkan makan siomay atau batagor.. coba menyusuri jalan cihampel*as dibawah jalan layang atau yang sekarang sudah diresmikan dengan nama skywalk. Diujung skywalk, berjalan sedikit ketemulah tukang batagor atau somay yang di idamkan.





Letaknya dipinggir jalan, setelah skywalk, dengan gerobak khas yang terbuat dari alumunium yang dikacanya bertuliskan menjual somay dan batagor.. setelah mendekat, tak disangka ada 2 teman lain yang tadi menyebar yang juga akan mulai menyantap batagor yang di mix dengan somay (sebenernya sih ga tau juga ini somay atau batagor,, karena kao batagor kok pake pare.. hehehe.. ya pokoknya itulah,,, hahahaha... )





langsung saja ikutan nimbrung.. yang uniknya kalau mau pesen/beli disini harus jalan dulu beberapa meter dari gerobak, karena si tukang memasak batagor/somay nya ditempat lain, jadi hanya gerobaknya dan sample batagor atau somaynya yang dipajang dipinggir jalan.





Total 4 porsi dipesan, dengan porsi saya sendiri yang tanpa pare, karena tak suka juga.. sambil memuaskan hasrat mengunyah, tanya-tanya sama si tukang kalau jalan menuju tol terdekat ke arah mana dan sebagainya.akhirnya makanan yang dipesan pun habis dengan sigap salah satu rekan membantu membayarkan dulu makanan yang dipesan dengan total 4 porsi tadi.









gambar ilustrasi aslinya lebih sedikit dan keras >.<





Alangkah terkejutnya total 4 porsi makanan somay/batagor tadi totalnya Rp. 120.000


Alamaaaaak,, What the,,,, artinya setiap porsi somay/batagor dihargai Rp. 30.000 >.<


Inimah pemerasan alias digetok.. hahahaha... langsung setelah ngedenger itu, salah satu rekan yang membayar tetap berusaha terlihat elegant, membayar dengan hati yang cukup gondok.... >.<  padahal, prediksi sebelumnya, paling mahal juga 15ribu.. bahkan biasanya saya sendiri beli somay/batagor paling mahal cuma 10ribu.. tapi ah sudahlah.. masa iya harus protes, karena diawal sudah salah,,,, jajan ga tanya-tanya dulu harganya berapa maen sikat aja... wkwkwkwkw,,,,





Tanpa minum, langsung cabut dengan muka asem,, langsung kenyaaaang denger harganya, haus juga ilang,, sambil ngedumel, setiap orang langsung ngeluarin uang masing-masing untuk mengganti uang salah satu rekan yang tadi bantu bayar dulu...





Cerita Mengenaskan Jajan Di Cihampel*s, Band*ng


Tambah mengenaskan ketika kembali ke parkiran untuk shalat ashar, beberapa rekan-rekan yang memilih makanan padat jajan hanya mengeluarkan uang sekitar 20ribuan untuk nasi,ayam bakar, beserta lauk lainnya... hahahahaha... it's so... pengen nangis dipojokan sambil nulis... dear diary,, hari ini... >.<





Niat mau hemat buat nambah-nambah beli semen,malah kebobolan... maklum.. 3 dari 4 orang yang digetok tadi lagi pada bangun rumah... hahaha...











Rp. 120.000 setara dengan 2 sak semen tiga roda dengan kembalian.. >.<


Rp. 120.000 tinggal tambahin 130ribu, udah cukup pasir satu pick up..


Rp. 120.000 setara keramik 3 meter persegi..


Rp. 120.000 udah dapet se'set handle+kunci pintu..


Rp. 120.000 setara water gun..


Rp. 120.000 udah dapet ratusan bata merah





menyedihkan.. yaah begitulah.. semoga tidak terjadi dilain waktu,, baiknya kalau mau jajan, tanya dulu harganya berapa... jangan maen sikat aja, mentang-mentang punya duit... hahahaha...





Mungkin ini bukan digetok juga kali ya,, mungkin harganya memang segitu juga,  atau karena saya yang terlalu pelit... hahahaha...






akhir kata,saya ucapkan mengenaskaaaaan.... >.<